Pages

My Imagine Wedding Party by Me

Minggu, 12 April 2015

Diawal pintu masuk para tamu undangan akan langsung disambut oleh tulisan tsb.
Ini adalah jenis kartu undangan impianku, terbuat dari kayu dan tulisannya pun dipahat.

  1. Rasanya pernikahan di indoor sudah terlalu sering kami jumpai seperti didalam gedung, dan pernikahan di Outdoor seperti dipantai / halaman luas jg sudah sering kami jumpai. Lagi, dengan kami memilih hutan sebagai tempatnya akan sangat terkesan privasi kan? Tidak ada hiruk pikuk keramaian dari orang-orang sekitar (paling yang ada suara binatang buas) hihihi ya enggak lah hutannya juga bukan sampai ke dalam-dalamnya tapi cukup untuk terhindar dari keramaian yang ada.
  1. Menikah didalam gedung pasti bikin sesak. Bayangkan saja kalau menikah didalam gedung dan banyak sekali tamu yang akan datang dipernikahanmu pasti semakin lama oksigen pun akan menipis kan? berhubung pernikahan hanya akan dilakukan sekali dalam seumur hidup maka saya memutuskan untuk mengundang semua teman-teman kami, tidak hanya kerabat dekat saja. Saya ingin sekali berbagi kebahagiaan sama mereka semua, nah kan kalau kata orang hutan adalah paru-paru dunia jd sebanyak apapun tamu undangan saya gak akan bikin sesak kan? Hahaha mereka dapat sepuasnya menghirup udara ^^
  1. Karena kami sama-sama menyukai alam bebas terutama saya, rasanya begitu tenang ketika menghirup bau kayu-kayuan, melihat pohon-pohon tinggi nan hijau. Hutan pun memberikan kesan klasik bagi saya sendiri :)
    Gaun pengantin impian saya seperti gambar diatas modelnya sederhana namun dibalik kesederhanaannya tersimpan sesuatu yang begitu elegant dan untuk masalah rambut saya ingin terurai biasa saja, make up nya pun senatural mungkin. Dan untuk pilihan sepatu saya akan menggunakan sepatu kets karena tempat pernikahan saya adalah disebuah hutan makan saya tidak ingin dibuat repot jika saya menggunakan high heels hihi lagian kan ketutup ini sama gaun.
Tempat untuk menyimpan kartu-kartu ucapan dari keluarga serta teman-teman yang hadir.







Tempat resepsi pernikahan yang akan kami pilih adalah disebuah hutan. Ada beberapa alasan tertentu kenapa kami memilih hutan sebagai tempat kami mengikhrarkan janji sehidup semati.
I ..... take you ..... to be my lawfully wedded wife, my constant friend, my faithful partner, my love from this day forward.  In the presence of God, our family and friends, I offer you my solemn vow to be your faithful partner in sickness and in health, and in joy as well as in sorrow.  I promise to love you unconditionally, to support you in everything, to honor and respect you, to laugh with you and cry with you, and to cherish you for as long as we both shall live

Masing-masing dari kami akan mengucapkan janji tersebut dan ketika selesai maka satu sama lain akan memasangkan sebuah cincin pernikahan dijari manis sambil diputarkan lagu - A Thousand Years by Christina Perri. Cincin yang kami pilih adalah sebuah cincin pernikahan khusus yang akan didesign oleh kami berdua. Cincin emas putih yang didalamnya terdapat kelopak bunga dandelion




Kenapa kami memilih bunga dandelion? Iya, mungkin bunga seperti ini akan banyak kalian temukan dijalanan tapi apakah kalian tahu bahwa konon katanya bunga dandelion ini akan mengabulkan harapan seiring dengan kepergian kelopak bunganya yang kita tiup. Makanya saya akan menyisipkan kelopak bunga dandelion dicincin pernikahan karena didalamnya telah memuat harapan kami sehidup semati.



Selesai mengikrarkan janji dan memasangkan cincin pernikahan maka, selanjutnya adalah sesi melempar bunga. Kali ini bunga yang akan kami lempar pun adalah bunga dandelion, karena kami ingin berbagi harapan bersama mereka yang menerimanya. Apapun harapannya semoga terkabul :)









Karena dihutan maka saya tidak ingin jika para tamu undangan saya tersesat jadi, saya akan menyediakan arah panah seperti ini :




Untuk Wedding Cake, akan saya pilih berbentuk sebuah buku. Buku-buku tersebut mempunyai arti lembaran demi lembar cerita cinta kami yang telah kami tulis didalamnya dan sekarang juga kami telah menciptakan Happily Ever After versi kami.


Dan tempat untuk menikmati hidangannya sendiri sekali lagi saya ingin menyuguhkannya dengan perabotan unik, klasik. Dengan begitu para tamu akan merasakan sendiri pesta pernikahan klasik saya ini. Entah kenapa ketika saya melihat benda-benda berbau klasik maka pikiran saya pun akan tertuju kepada cerita di dongeng-dongeng yang dimana segala sesuatunya bersifat klasik. Maka, dari itu benda-benda ini adalah salah satu cerminan dekor yang akan menghiasi pernikahan saya kelak.






Untuk Souvenir pernikahan ku sendiri, aku memilih memberikan sebuah kantong yang berisikan kelopak bunga dandelion. Aku ingin agar mereka tamu undanganku jg bisa menanamkannya dihalaman rumah mereka masing-masing. Betapa indahnya jika kalian memiliki banyak bunga harapan ^^

Jadi, intinya disini aku ingin menikah disebuah hutan dengan segala sesuatu yang berbau vintage dan tentunya akan ada kesan klasik tersendiri.

All pictures by : Pinterest.Com

Love,
Bookieslicious

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS